Ada Pepatah Mengatakan "Tak kenal maka Ta'aruf" begitulah keseharian pria satu ini saat ditanya "Mengapa mudah sekali mendapatkan teman?".
Muhammad Firdaus Mulyawan pria kelahiran asal Pandeglang, 22 Februari 1992 ini ternyata mudah sekali bersahabat dengan semua tipe orang, mulai dari yang lemah lembut sampai yang ganas beringas. Salah satu tipsnya adalah "Give Your Smile For Everybody". "Saya paling gak suka sama orang yang memandang sebelah mata", ungkapnya.
Kesehariannya ia biasa dipanggil Firdaus, Pria satu ini sangat gemar Bermain Game Console dan mengotakatik Komputer, "ya walaupun saya gak punya komputer sendiri, tapi saya harus bertanggung jawab kalau komputer punya orang lain hancur sama saya, hehe..."
dimulai dari kedekatan dengan semua kalangan Firdaus mulai meniti karir di sebuah Restoran ternama di daerah Pandeglang sebagai Marketing, "Sebetulnya saya gak suka sama orang banyak ucap, eh pas saya kerja ternyata malah jadi tukang ucap, haduuuhhh...".
Firdaus tercatat sebagai alumni SMK Negeri 1 Pandeglang jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, Salah satu sekolah di banten yang mendapatkan predikat Sekolah Taraf Internasional, "kenapa ngga diterusin ke perguruan tinggi mas?", "Maksimalkan yang ada dulu saja, mau ngga mau mulai sekarang saya harus biayai hidup saya sendiri, saya ngga mau nyusahin orang tua saya lebih dari ini mas," saat kami berbincang sambil bersenda gurau.
dibalik kesehariannya, ternyata pria satu ini selalu menyempatkan diri untuk mencoba dan mengkreasikan aneka menu masakan, hobby memasak sudah melekat padanya saat ia masih kecil, "Mungkin turunan almarhum mama saya kali ya? hihi...", beberapa menu tradisional dan modern sudah ia ciptakan, contohnya saja; Hot Chilli Papaya Hotplate, Sawi Hijau kremes saus mangga, Belut Sambel Bejek, Lime Green Smooties. Hmmm... kalau udah ngomongin masak - memasak udah deh, pasti langsung bikin ngiler, tapi kenapa menu yang dihasilkannya berupa sayuran semua ya?, ternyata pria yang dijuluki izol itu punya mini garden juga lho.. Walaupun minimalis, tapi hasilnya maksimal dan bisa dimanfaatkannya untuk kebutuhan sehari - hari.
Walaupun masih terbilang muda tapi ia sudah mulai menjajaki dunia karirnya dengan sangat tekun, pendapatannya memang terhitung kecil, tapi keloyalitasannya terhadap perusahaan yang ia bela sangatlah tinggi. "Engga apa-apalah saya dibayar segitu, yang penting saya nyaman dengan orang-orangnya", ungkapnya. meskipun masih muda, ia bercita-cita untuk membuka suatu Lapangan Kerja agar warga di kampungnya yang masih belum mendapatkan pekerjaan bisa bekerja di tempat itu, subhanallah....
"Kok bisa sih mas terfikirkan sampai kesitu?", "Zaman sekarang tuh semua perusahaan cuma bisa mengandalkan duit dan gelar pendidikan tanpa didasari kemampuan dan bakat, saya sendiri sudah mengalami hal itu, dan ternyata sangat sakit", dari pengalamannyalah itu terfikirkan untuk menciptakan Lapangan Kerja.
