Minggu, 06 Desember 2015

Perkembangan kota santri



Halo genkz,

Apa kabar lo semua? Moga aja pada baek yak,,
Kalo gua sih lagi sedikit meriang neh, maklumlahh,, calon bupatiii,, kerja siang malem, berusaha terusterusan buat belajar,belajar dan belajar, biar gua sukses jadi bupati gitu haha..

Ngomong2 soal bupati, sbentar lagi pandeglang akan melaksanakan pemilihan calon bupati untuk periode 2015-2020, calon nya sih ada 3 pasang cabup dan cawabup yang masing2 punya kekuatan tersendiri, kalo mau tau satusatunya lo cari tau sendiri aja deh yak, gua males bahas, gua mah Cuma mau bahas untuk pemerintahan yang sekarang aja nih,

Pandeglang merupakan kota kelahiran gua yang dijulukin kota santri, dan di pandeglang itu banyak banget sumber daya alam yang sebenernya bisa meningkatkan taraf ekonomi dan sosial penduduknya, akan tetapi yaa begitulah kalo emang pola pikirnya atau mindset nya masih kampung yaa selamanya bakalan jadi daerah tertinggal, selama 23 tahun gua hidup di pandeglang dan banyak mengalami perubahan baik struktur dan infrastruktur, yang pastinya sih semakin meningkat yak, karena emang pandeglang ini berpotensi banget untuk jadi daerah berkembang, 

Nahh.. kita bahas satusatu deh, pertama pandeglang sebagai kota santri.. hmm.. pasti yang ada di pikiran lu religius banget kan pandeglang ini, yap emang pada kenyataannya di pandeglang ini banyak pondok pesantren dan yayasan yang menghasilkan ustadz dan ulama, walaupun begitu tapi seiring berkembangnya zaman kota ini sekarang udah jauh banget dari kata religius, contohnya banyak tempat nongkrong remang yang bikin kesempatan untuk maksiat itu menjadijadi, terus mulai tumbuh beberapa hotel yang katanya sih syariah, tapi tetep aja syariah berkedok.

Kenapa bisa bilang begitu? Karena gua sendiri pernah diajakin tante2 casciscus di hotel SA, terus? Tapi gua tolak lahh… mungkin kalo waktu jaman gua masih nakal2 nya pasti gua ga akan nolak lahh,, haha,, sayangnya gua sekarang udah menjadi diri yang lebih baik genkz, jadi ya gua tolak mentah2 deh tuh si tante, mungkin dia bilang gua itu berondong yang sok jual mahal,, alias berondong songong, haha..

Terus ni yah, semakin berkembangnya jaman makin banyak juga sebutan buat cewek2 yang kaga jelas gitu, mulai dari dongdot,jablay,wancay,capcay,capcus, hahaha… dan sekarang mereka sekarang mulai berevolusi jadi cabecabean,mahmud,macan,jamur,terong, terong dicabein, terong balado, dicolek sambelado, dan masih banyak jenis dari mereka yang sedang berkembang biak, wkwkwkwk…

Gak jelas gitu, dari kota santri nanti berubah nama jadi kota ngantri, ngantri akan lelaki yang haus belaiann haha,, yaiyyalah, sekarang menurut lembaga survey kang daus tahun 2012-2014, berdasarkan data penelitian gua Cuma dalam tempo 2 tahun aja banyak mamahmamah muda di pelosok yang Cuma dijadiin istri sirih lah, istri simpenan lah, istriistrian lah,, dan masih banyak lagi sebutan untuk para istri yang ditinggal suaminya, kenapa gua melakukan riset itu, cieee,, riset tjoyyy…

Karena temen gua merupakan salah satu dari organisasi mereka, hahaha.. jadi gua penasaran kan akan keberadaannya sudah menyebar seberapa luas di kota kelahiran tercinta gua ini, dan ternyata emang beneran banyak banget man,, tiap kali gua pedekate sama cewek yang lokasinya ndeso dikit, minimal lah ya mereka udah pernah nyobain hubungan intim, dan ga sedikit cewek yang usianya masih belasan tapi udah punya bocah cilik gitu, dan gua tanya, lalu ex elu sekarang dimana? Dan dengan polos dia bilang “dia lagi kerja di jakarta, pulang pun jarang banget, jadi gapapa kalo kita deket” busseeeddd… pertanda akhir jaman udah mulai deket man,,

Oke sekarang kita lanjut ke permasalahan yang kedua, kalo tadi kita bahas religiusisasi #entahapalahitu, sekarang gua bahas tentang mereka yang dominan untuk menunjang kemajuan daerah ini, yups.. pemerintahan terpadu yang bisa membuat kota ini menjadi satu, alias Pegawai Negeri Sipil (PNS), bibi gua juga seorang PNS, beliau sekarang jadi kasi untuk dinas pendapatan daerah, 

Nih ya, selain masyarakat, pemerintahan juga mempunyai peran yang sangat penting untuk perkembangan kota pandeglang ini, terutama memang dari sektor anggaran daerah, yang gua tau memang perkembangan infrastruktur di pandeglang itu cukup pesat, akan tetapi cepat pesat cepat galat, maksudnya setiap proyek pembangunan pemerintah itu gak pernah bertahan lama, paling dalam hitungan bulan udah ancur, contoh, pengaspalan jalan provinsi, dalam jangka 3 bulan juga udah mulai berlubang, disini lagilagi pemikiran positif gua ditantang untuk bersabar haha,, maksudnya gua mulai berfikiran negatif, apakah sebagian dana yang diperuntukan untuk membangun jalan tidak semuanya direalisasikan? Dan itu merupakan salah satu dari sebagian banyak permasalahan yang ada di pemerintahan kabupaten pandeglang,

Sekarang permasalahan yang ketiga, kalo tadi pemerintahan, sekarang perusahaan swasta, mereka tuh memang sepertinya saling bekerja sama bahu membahu demi membangun suatu kesenjangan bagi masyarakat untuk menghancurkan negara kita ini gitu yak, buktinya apa? Proyek pemerintah dilimpahkan ke perusahaan swasta yang sama2 gila akan dunia perduitan, memang sih sekarang jamannya duit, tapi mereka gak pernah flashback atau nyadar diri, mereka itu siapa, di dunia itu mereka karena siapa, dan mereka akan kembali pada siapa, sepertinya pertanyaan itu gapernah terpikir gitu sama mereka yang udah banyak meraup keuntungan dengan cara yang ga bener, dengan kata lain sekarang mereka udah dalam comfort zone nya demi kegiatan itu dan dilakukan secara terusmenerus, entah apa yang akan terjadi pada negeri ini di masa depan coba,, hahha… sampah emang yak,, iya tulisan gua ini yang sampah, tapi dari semua statement gua tadi itu kita harus apresiasi kinerja mereka untuk menghidupi keluarga2 mereka, susah payah, kerja terusterusan untuk mencukupi kebutuhan keseharian, jadi gua cukup seneng sama mereka yang sukses, karena mereka kerja keras demi mencari nafkah untuk keluarga mereka, eeaaaa,,, hahaha….

Nahhh… balik lagi ke kota pandeglang tercinta, sebenernya kota ini bisa tetap mempertahankan predikat kota santrinya dengan cara ya kita lestarikan budaya agama kita kepada diri sendiri dan saudarasaudara kita yang udah mulai belok dari jalan lurusnya mereka, mengikuti perkembangan zaman ya memang boleh dan harus malah, akan tetapi kita jangan sampe lupa siapa kita ini, yang penting sih perkuat aja keimanan agama yang kita anut, harus banyak bersyukur, bahwa diluar sana banyak orang yang lebih terpuruk dari kita, pikirin tuh, biar kita samasama senang untuk mencicipi negeri yang sejahtera,, hahaha

Lagi lagi ini tulisan gua yang kaga penting yang kaga usah lu masukin dalem ati yak,, biasalahh,, haters memang ada dimanamana, terserah lu mau laporin kemana aja, yang harus lu tau ya ini salah satu dari suara mereka yang membutuhkan kesejahteraan di negeri ini, eeeeaaaaa….. *prok..prok.prok..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar